Bupati Sumedang melepas peserta pelatihan kerja ke Jepang

Pelatihan Kerja ke Jepang: Bupati Sumedang Lepas 60 Peserta

SUMEDANG – Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, resmi membuka Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Tingkat Kabupaten. Kegiatan ini diikuti oleh 60 pemuda terpilih. Melalui program pelatihan kerja ke Jepang ini, pemerintah daerah berkomitmen mencetak SDM lokal yang berdaya saing global.

Acara pengarahan intensif ini berlangsung khidmat di Aula Tampomas Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Oleh karena itu, program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menekan angka pengangguran. Selain itu, program ini juga memperluas kesempatan karier internasional bagi generasi muda.

Bupati Dony menekankan pentingnya keseriusan dan mentalitas baja selama masa pendidikan. Hal ini penting karena persaingan industri di Negeri Sakura menuntut kedisiplinan yang sangat ketat.

Kolaborasi Strategis Disnakertrans dan LPK Mirai Nusantara

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumedang, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa program ini berjalan sukses berkat kerja sama yang baik. Dalam hal ini, LPK Mirai Nusantara turut serta berkolaborasi aktif sebagai mitra resmi pelatihan.

Sinergi bersama LPK Mirai Nusantara menjadi jembatan emas bagi para peserta untuk meningkatkan kompetensi diri. Oleh sebab itu, para peserta wajib menguasai bahasa (Nihongo) dan budaya Jepang langsung dari para pengajar profesional.

“Kami menyelenggarakan pelatihan intensif ini khusus untuk membentuk karakter peserta. Jadi, mereka benar-benar siap sebelum berangkat ke negara penempatan,” ujar Taufik.

Secara umum, kegiatan kolaboratif ini memiliki beberapa tujuan utama:

  • Membekali peserta dengan kemampuan komunikasi bahasa Jepang standar industri.
  • Menanamkan etos kerja khas Jepang yang disiplin dan tangguh.
  • Membina ketahanan fisik serta mental peserta di lingkungan baru.

Proses Seleksi Ketat di Kodim 0610 Sumedang

Antusiasme pemuda Sumedang terhadap program ini tergolong sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 201 orang sejak pendaftaran dibuka pada Mei 2026. Namun, tim seleksi hanya memilih 60 peserta terbaik melalui penyaringan yang ketat.

Tahapan seleksi komprehensif tersebut telah berlangsung pada 12–13 Mei 2026 di Kodim 0610 Sumedang. Selanjutnya, tim penguji menilai beberapa parameter penting. Parameter tersebut meliputi tes fisik, kemampuan akademik, bahasa Jepang dasar, matematika, dan wawancara.

Melalui sinergi matang antara pemerintah daerah dan LPK Mirai Nusantara, program pelatihan kerja ke Jepang ini akan terus berlanjut. Dengan demikian, Kabupaten Sumedang dapat terus melahirkan generasi muda yang mandiri secara ekonomi di kancah internasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *